Come to me and said it loud that I was wrong.. Then it was the time that you will recognize that we already love each other
Tampilkan postingan dengan label Tablog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tablog. Tampilkan semua postingan
Hari ini aku banyak menemukan Blog milik teman-teman SMAku.
Mereka hebat, mereka menuliskan apapun itu, semua hal yang
terjadi.
Mereka memiliki gaya pembahasaan yang berbeda satu sama
lain, menyenangkan.
Aku menikmati beberapa tulisan mereka, melihat perbedaan
mereka, dan gaya tulisan mereka.
Seru juga menjadi seorang silent reader, haha iya aku sudah
menjadi silent reader mereka.
Yasudahlah, aku juga harus Move On.
Aku ga perlu mengikuti mereka, karakteristik bagaimana
mereka menulis adalah identitas.
Begitupun denganku, aku juga memiliki pembahasaan yang
berbeda dengan mereka.
Tentang bahasa, penulisan, kisah, apa yang aku tulis dan
lainnya.
Yang perlu aku ambil hanyalah semangat menulisnya.
~
ada haru yang membiru ketika berkumpul di muka pintu. saling diam, membuang pandang, berusaha untuk menghapus airmata yang mengalir tanpa dikomando. begitu tatap mata tak sengaja bertemu, kita menertawakan diri kita masing-masing namun airmata tetap mengalirkan haru. tidak ada yang bisa membendung haru di saat semua kisah yang pernah dilalui kembali terputar. tawa, tangis, susah, senang, semua jenis rasa pernah kita lalui bersama. seakan waktu akan segera habis. padahal kita hanya akan berbatas jarak. haru karena tidak lagi lalui waktu bersama. namun ingatlah akan sesuatu, bahwa persahabatan ini tidak akan berlalu dalam satu waktu. persahabatan ini tidak akan luntur meski kita berbatas jarak dan waktu. persahabatan ini akan selalu ada sampai selamanya.
terima kasih :)
(teruntuk sahabat-sahabat terbaik di dalam kehidupan saya)
penulis : Kris, seorang kawan yang jika memasak di tempat dingin seperti di kaki gunung akan menciptakan makanan yang undefinied, seperti rasa kerupuk dan tempe bumbu yang tidak bisa lagi dibedakan :D
penulis : Kris, seorang kawan yang jika memasak di tempat dingin seperti di kaki gunung akan menciptakan makanan yang undefinied, seperti rasa kerupuk dan tempe bumbu yang tidak bisa lagi dibedakan :D
[sumber : http://sastrawanamatir.blogspot.com/2013/05/persahabatan-dan-haru.html ]
~
Aku tidak tahu, hanya saja tulisan ini membuatku merinding
sampai ke ujung vena.. aku hanya merasa, bahwa feelingnya berbeda, aku hanya
merasa seolah-olah aku juga akan merasakannya.
Aku hanya pembaca yang menfsirkan tulisan dari kawan Kris
ini, tapi kenapa rasanya begitu dekat denganku? Kalau di lima nilai berita
kedekatannya dapet banget. Seolah-olah aku akan atau telah merasakannya.
Mungkin aku punya beberapa latar belakang yang sama saat
penulis menuliskan tulisannya diatas dengan cerita lain dikehidupanku.
Masih merinding
Dan aku entah kenapa aku merasa sangat sedih seolah-olah telah
dan akan mengalaminya
Aku seperti ingin menangis saja, apa itu? Perasaan apa ini?
~
Kamis, 28 Maret 2013
suka-suka,
Tablog
0
komentar
Lumpur Pembuktian (diangkat dari mayamurti.tumblr.com)
Karena merasa scene ini menarik, maka saya repost dari mayamurti.tumblr.com haha :D
~
Lupa kenapa tiba-tiba orang-orang ini ngomongin lumpur
Dian: *ngomong ke Affan* masa sama lumpur aja kamu takut?
Hanif: iya nih, mau diceburin ke air aja kayak gitu
Affan: heh, aku ngga takut sama lumpur!
Dian: kalo sampai lima detik ini kamu ngga bawa lumpur ke sini, berarti kamu cupu
Affan: *keluar sekret* *baliknya udah ngambil sejumput tanah* *mau diolesin ke mbak Dian*
Dian: AAARRH, JANGAN! JANGAN! JANGAN DI MUKA!! EWW...
Pembuktian diri Affan berhasil
Dian: *ngomong ke Affan* masa sama lumpur aja kamu takut?
Hanif: iya nih, mau diceburin ke air aja kayak gitu
Affan: heh, aku ngga takut sama lumpur!
Dian: kalo sampai lima detik ini kamu ngga bawa lumpur ke sini, berarti kamu cupu
Affan: *keluar sekret* *baliknya udah ngambil sejumput tanah* *mau diolesin ke mbak Dian*
Dian: AAARRH, JANGAN! JANGAN! JANGAN DI MUKA!! EWW...
Pembuktian diri Affan berhasil
~
Selasa, 26 Maret 2013
Tablog,
windmind
0
komentar
Hari ke12: Menambal Hati (diangkat dari Sastrawanamatir.blogspot.com)
menambal merupakan kata kerja yang memiliki arti melekatkan sesuatu untuk menutup yang bocor. hati memiliki arti beragam. hati merupakan organ penting dalam tubuh manusia dan juga bisa berarti sebagai sesuatu di dalam diri manusia yang menyimpan perasaan dan perhatian. maka menambal hati adalah melekatkan sesuatu untuk menutup bocor pada sesuatu dalam diri manusia yang menyimpan perasaan dan perhatian.
pernah dengar berita kalau pas musim mudik, di beberapa jalan tukang tambalnya menabur paku untuk membocorkan ban kendaraan dan kendaraan tersebut menambal ban ke tempat usaha mereka?
nah hidup juga kayak gitu. kadang isinya paku-paku yang bisa bikin ban kehidupan kita bocor. paku-paku yang disebar adalah rasa kecewa, sedih, marah, dan segala perasaan negatif. yang nyebar adalah Pencipta. tujuannya tidak lain dan tidak bukan supaya manusia menghentikan perjalanannya sejenak kemudian menuju Dia lagi. saat-saat penambal hati itu adalah saat-saat dimana kita intropeksi diri, berkontemplasi, galau, dan sebagainya.
caranya menambal hati gampang. satu berpikir positif. kedua, buka kran maaf sebesar-besarnya. biarkan maaf itu meluber. ketika semuanya gagal maka yang ketiga adalah berhenti sejenak, duduk, minumlah soda/teh/kopi/air putih. tenangkan diri dengan tarik nafas kemudian hembuskan. lalu coba lagi ke poin pertama.
namanya bocor ya kadang suka tiba-tiba. gak bisa diduga. maka buka jalan untuk bisa mengakses si Penambal hati paling handal sejagad raya. jangan khawatir kita memang manusia wajar sakit hati begitu-begitu. dan itu bukan akhir dunia. tambal hati seperti kamu terus bernafas.
selamat hidup. selamat menambal hati. :)
sastrawanamatir.blogspot.com (original site)
Banyak, dan sudahlah, itu yang aku lakukan saat ini, menambal hati, yah, Post dari salah satu kawan Blogger saya (dan seorang kawan di dunia kampus) ini sangat mewakili kondisi pilunya relung saat ini. banyak ya menambal hati. hey! lalu kita sudah kuatkah? hebatkah? aku hanya merasa semakin jauh, karena telah banyak, juga bekas-bekasnya. sampai hati ini mati rasa sudah.. hanyut dan menunggu diangkat, suatu hari.. :)
Langganan:
Postingan (Atom)


- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact